Kategori
Artikel

Proses Dan Biaya Mendapatkan Sertifikat Halal Untuk UMKM

Proses dan Biaya Mendapatkan Sertifikat Halal untuk UMKM

Pendahuluan

Sertifikasi halal menjadi aspek penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin menjangkau pasar Muslim yang luas. Di Indonesia, sertifikasi halal diatur oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. Artikel ini akan menguraikan proses dan biaya yang terlibat dalam memperoleh sertifikat halal untuk UMKM.

Proses Mendapatkan Sertifikat Halal

1. Pendaftaran

  • UMKM mendaftar melalui Sistem Informasi Halal (SiHalal) di situs web BPJPH (https://ptsp.halal.go.id/).
  • Melengkapi formulir pendaftaran dan mengunggah dokumen pendukung, seperti akta pendirian, NPWP, dan daftar produk.

2. Pemeriksaan Dokumen

  • BPJPH akan memeriksa kelengkapan dan validitas dokumen yang diajukan.
  • Jika dokumen lengkap, UMKM akan menerima Nomor Induk Berusaha (NIB) Halal.

3. Audit Lapangan

  • Auditor halal akan melakukan audit lapangan untuk memverifikasi proses produksi dan bahan baku yang digunakan.
  • Audit meliputi pemeriksaan peralatan, bahan, proses produksi, dan sistem manajemen mutu.

4. Penetapan Fatwa

  • Auditor halal akan menyusun laporan audit dan merekomendasikan fatwa halal atau tidak halal kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI).
  • MUI akan menetapkan fatwa halal berdasarkan laporan audit.

5. Penerbitan Sertifikat

  • Setelah fatwa halal ditetapkan, BPJPH akan menerbitkan sertifikat halal kepada UMKM.
  • Sertifikat halal berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang setelah masa berlaku berakhir.

Biaya Mendapatkan Sertifikat Halal

Biaya mendapatkan sertifikat halal bervariasi tergantung pada jenis produk, kompleksitas proses produksi, dan lokasi usaha. Berikut adalah perkiraan biaya yang mungkin dikeluarkan:

  • Biaya Pendaftaran: Rp150.000
  • Biaya Audit Lapangan: Rp1.500.000 – Rp5.000.000
  • Biaya Fatwa: Rp500.000 – Rp1.000.000
  • Biaya Sertifikat: Rp300.000 – Rp500.000

Total Perkiraan Biaya: Rp2.450.000 – Rp7.500.000

Manfaat Sertifikasi Halal

Mendapatkan sertifikat halal menawarkan sejumlah manfaat bagi UMKM, antara lain:

  • Meningkatkan kepercayaan konsumen Muslim
  • Memperluas jangkauan pasar
  • Meningkatkan daya saing bisnis
  • Memenuhi persyaratan hukum dan regulasi
  • Membuka peluang ekspor

Kesimpulan

Sertifikasi halal sangat penting bagi UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya di pasar Muslim. Proses mendapatkan sertifikat halal melibatkan pendaftaran, pemeriksaan dokumen, audit lapangan, penetapan fatwa, dan penerbitan sertifikat. Biaya yang dikeluarkan bervariasi tergantung pada faktor-faktor tertentu. Namun, manfaat yang diperoleh dari sertifikasi halal sangat besar, termasuk peningkatan kepercayaan konsumen, perluasan pasar, dan peningkatan daya saing bisnis.

Call to Action

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang digital marketing, sosial media marketing, atau mencari trainer atau pembicara digital marketing berpengalaman, silakan hubungi kami di 081333242331 atau https://bit.ly/pesanWAsaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *